Pria 27 Tahun Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Rumahnya, Warga Pabuaran Digegerkan

banner 120x600

BARAYASUKABUMI.COM | Sukabumi – Warga Kampung Cijulang RT 19/RW 08, Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang pria berusia 27 tahun yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Korban diketahui berinisial J (27), warga setempat. Berdasarkan keterangan pemerintah desa, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sepulang mencari rumput. Saat hendak memeriksa kamar korban, sang ibu mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali plastik, kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Kepala Desa Sukajaya, Ade Firman, S.IP, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban diduga mengalami tekanan psikologis setelah bercerai dengan istrinya sekitar dua tahun lalu. Dari pernikahan tersebut, korban diketahui memiliki seorang anak.

“Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sepulang mencari rumput. Setelah melihat kondisi anaknya, sang ibu langsung meminta bantuan warga sekitar,” ujar Ade Firman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Mendapat laporan tersebut, unsur Forkopimcam Pabuaran langsung menuju lokasi kejadian. Kapospol Pabuaran AIPTU Adang Koswara, S.AP bersama AIPTU Eko Hadi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Proses menuju lokasi sempat mengalami kendala karena medan yang terjal dan beberapa ruas jalan tertutup pohon tumbang.

Selain aparat kepolisian, tim medis dari Puskesmas Pabuaran, Satpol PP Kecamatan Pabuaran, Babinsa, serta Pemerintah Desa Sukajaya turut melakukan penanganan dan membantu proses evakuasi korban.

Peristiwa tersebut kini telah ditangani pihak kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kematian. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Penulis: Mardi
Editor: Dedi Cobra

Catatan Redaksi: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, jangan hadapi sendirian. Bicaralah dengan keluarga, sahabat, tokoh agama, tenaga kesehatan, atau layanan profesional agar mendapatkan dukungan dan pertolongan secepatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *