Pengguna Jalan Soroti Aksi Permintaan Uang di Proyek Jalan Provinsi Cibadak, Konsultan: Bukan Arahan Kontraktor

banner 120x600

BARAYASUKABUMI.COM | SUKABUMI – Aksi seorang pria yang membawa kardus dan diduga meminta uang kepada pengguna jalan di lokasi proyek perbaikan jalan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kampung Cilengo, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (6/7/2026), menuai sorotan masyarakat.

Sejumlah pengguna jalan mempertanyakan adanya aktivitas tersebut karena proyek yang sedang berlangsung merupakan pekerjaan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Mereka menilai aksi meminta uang di area proyek berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintah.

“Saya heran, ini kan proyek pemerintah yang sudah dibiayai APBD Provinsi. Kenapa masih ada yang meminta uang kepada pengguna jalan? Menurut saya ini membuat malu,” ujar seorang pengguna jalan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, konsultan pengawas kegiatan, Maolana Olan, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan merupakan arahan dari pihak kontraktor.

“Itu inisiatif warga yang ikut-ikutan. Setahu saya dari kontraktor tidak ada arahan seperti itu. Nanti saya tegur kontraktor supaya tidak dilakukan seperti itu. Terima kasih atas infonya,” tulisnya.

Senada dengan itu, Pengamat Ruas Jalan Cikidang–Palabuhanratu UPTD PU Wilayah Jawa Barat, Hendra yang akrab disapa Pak Heng, mengatakan pihaknya telah memberikan teguran setelah mengetahui adanya kejadian tersebut.

“Sudah ditegur, Pak Dedi. Kelihatannya buat pribadi,” tulis Hendra melalui pesan singkat WhatsApp.

Sementara itu, mandor lapangan, Dapit, juga menegaskan bahwa pria yang melakukan aksi tersebut bukan merupakan petugas pengatur lalu lintas dari pihaknya.

“Duka, Pak. Sanes lalin ti abdi,” ujarnya singkat.


Hingga berita ini diterbitkan, Aris selaku penanggung jawab proyek di lapangan belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, seolah-olah permintaan uang tersebut merupakan bagian dari kegiatan proyek. Berdasarkan hasil konfirmasi kepada pihak terkait, aksi tersebut diduga merupakan inisiatif pribadi dan bukan kebijakan resmi pelaksana proyek. Masyarakat pun berharap pengawasan di lapangan semakin ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak mencoreng pelaksanaan proyek pembangunan yang dibiayai oleh uang rakyat.

Penulis: Dedi Cobra
Editor: Tim BARAYASUKABUMI.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *