BARAYASUKABUMI.COM – SUKABUMI – Pembangunan drainase di Kampung Manglad, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut dinilai berjalan tersendat dan hingga kini belum rampung.
Sejumlah warga menyampaikan, kondisi tersebut diduga dipengaruhi kendala komunikasi antara pelaksana di lapangan dengan pihak kontraktor serta ketersediaan material. Warga juga menyoroti adanya bagian pekerjaan yang belum diselesaikan, termasuk tembok milik warga yang sebelumnya dibongkar.

Warga berharap pekerjaan segera dituntaskan karena khawatir kondisi drainase yang belum selesai dapat menimbulkan persoalan ketika hujan turun, khususnya risiko air masuk ke lingkungan dan rumah warga.
Di sisi lain, Arif selaku pengawas kegiatan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi mengatakan, pihaknya telah melakukan pengawasan dan memberikan dua kali surat teguran kepada pelaksana.

Menurut Arif, apabila persoalan tersebut belum juga terselesaikan, pihak dinas akan memberikan teguran terakhir. Selanjutnya, keputusan mengenai perpanjangan waktu atau langkah lainnya akan dikoordinasikan dengan kepala bidang.
“Kami juga berharap kegiatan ini cepat selesai, karena kami tentu mempertimbangkan efektivitas pelaksanaan pekerjaan dan penggunaan anggarannya,” ujar Arif.
Arif menambahkan, pihaknya juga mengalami kendala dalam menghubungi kontraktor. Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah desa, terdapat rencana agar pekerjaan kembali dilanjutkan.

Sementara itu, Kepala Desa Kalapanunggal menyampaikan bahwa pihak desa pada prinsipnya berharap pekerjaan dapat selesai dengan baik dan memiliki kualitas sesuai ketentuan.
“Harapan saya sederhana, yang penting pekerjaan beres dan kualitas pekerjaannya juga bagus. Desa hanya sebagai penerima manfaat, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh warga,” ungkapnya.
Ia memastikan, berdasarkan komunikasi dengan pihak pemborong melalui telepon, pekerjaan direncanakan kembali dimulai pada Jumat (14/8/2026).
Dari pihak kontraktor, persoalan yang terjadi disebut lebih berkaitan dengan komunikasi antara pihak CV dan pelaksana di lapangan. Kontraktor menyatakan pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab pihaknya dan akan kembali dilaksanakan hingga selesai.
“Sebetulnya ini hanya kesalahan komunikasi antara kami dari pihak CV dengan pelaksana di lapangan. Kegiatan tersebut tetap akan kami kerjakan dan mulai lagi besok,” jelas pihak kontraktor.
Dengan adanya koordinasi antara warga, pemerintah desa, pengawas dinas dan pihak kontraktor, masyarakat berharap pembangunan drainase tersebut segera diselesaikan agar manfaatnya dapat dirasakan dan fungsi drainase dapat berjalan optimal, terutama dalam menghadapi curah hujan.
Penulis: Dedi Cobra















