BARAYASUKABUMI.COM | SUKABUMI – Kondisi pekerjaan pengaspalan pada ruas jalan Kabupaten Sukabumi yang menghubungkan Desa Tanjungsari dan Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, menjadi sorotan masyarakat. Keluhan muncul setelah beredar video yang memperlihatkan permukaan aspal pada sejumlah titik dinilai masih lunak dan mudah terkelupas.
Dalam video berdurasi sekitar satu menit lima detik tersebut, warga memperlihatkan kondisi permukaan jalan yang disebut belum cukup kuat. Bahkan, terdapat bagian jalan yang terlihat mengalami tekanan ketika sepeda motor diparkir menggunakan standar samping.

Warga juga memperlihatkan bagian lapisan aspal yang dapat dicungkil menggunakan tangan. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai proses pelaksanaan dan kualitas pekerjaan jalan yang saat ini masih berlangsung.
Pengunggah video meminta perhatian pemerintah agar kondisi tersebut mendapat evaluasi. Ia juga menyampaikan harapan agar pembangunan ruas jalan tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur yang kuat dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
UPTD PU: Pekerjaan Belum Selesai
Menanggapi keluhan tersebut, Plt. Kepala UPTD PU Wilayah Jampangtengah, Robi Ferdian, mengatakan pihak pengawas telah memberikan penekanan kepada penyedia jasa untuk segera memperbaiki bagian pekerjaan yang ditemukan bermasalah.
“Dari pihak pengawas sudah menekankan untuk segera diperbaiki dan pihak penyedia jasa juga akan segera memperbaiki pekerjaan tersebut,” ujar Robi, Jumat (7/8/2026).
Robi menegaskan bahwa pekerjaan ruas jalan tersebut hingga kini belum selesai dan belum memasuki tahap serah terima pekerjaan.
“Belum selesai pekerjaannya, Pak, belum diserahterimakan,” katanya.
Menurut Robi, kondisi yang ditemukan di lapangan masih dapat menjadi bahan evaluasi selama pekerjaan belum dinyatakan selesai. Penyedia jasa masih memiliki kewajiban melakukan penyempurnaan apabila terdapat bagian pekerjaan yang perlu diperbaiki.
Ia juga menyarankan agar informasi lebih rinci mengenai aspek teknis pekerjaan dikonfirmasi kepada ketua tim teknis kegiatan untuk menghindari kesalahan informasi.
“Untuk lebih jelasnya silakan hubungi ketua tim teknis kegiatannya, Pak, supaya tidak miss komunikasi,” tuturnya.
Menunggu Hasil Perbaikan dan Evaluasi
Keluhan warga tersebut menjadi perhatian karena ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses penghubung antardesa. Karena itu, kualitas hasil pekerjaan menjadi hal penting yang perlu dipastikan sebelum jalan dinyatakan selesai dan diserahterimakan.
Di sisi lain, kondisi permukaan aspal yang terlihat dalam video belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai kualitas keseluruhan pekerjaan. Pemeriksaan teknis dan hasil perbaikan dari pihak pelaksana menjadi penting untuk memastikan apakah bagian yang dikeluhkan telah memenuhi spesifikasi pekerjaan yang ditetapkan.
Publik juga berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai progres pekerjaan, proses pengawasan, serta hasil evaluasi terhadap bagian jalan yang dikeluhkan.
Dengan belum dilakukannya serah terima pekerjaan, penyedia jasa masih mempunyai kesempatan untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Masyarakat kini menunggu apakah perbaikan tersebut benar-benar mampu menghasilkan permukaan jalan yang kuat, aman, dan sesuai standar sebelum pekerjaan dinyatakan selesai.
Penulis: Mardi
Editor: Dedi Cobra















