
BARAYASUKABUMI.COM – SUKABUMI – Sosok H. Siwi Eko Muharam dikenal memiliki perjalanan hidup yang penuh dinamika. Dalam obrolan santai sambil menikmati kopi pagi di salah satu warung kopi di Kampung Palasarigirang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/7/2026), ia membagikan kisah perjalanan hidupnya yang sarat pengalaman di dunia organisasi, politik, hingga dakwah.
Pria kelahiran tahun 1969 yang menyebut dirinya memiliki garis keturunan darah Yogyakarta–Solo itu mengaku mulai aktif berorganisasi dan berpolitik sejak tahun 1987. Saat itu, ia bergabung dengan Partai Golkar di tingkat DPK Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan amanah sebagai Wakil Sekretaris.

Perjalanan politiknya berlanjut pada tahun 2000 ketika bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di partai tersebut, H. Siwi Eko Muharam dipercaya menjabat sebagai Wakil Sekretaris tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan selama dua periode jadi Wakil Ketua Partai PKB Tingkat Walkot kepengurusan, pada masa kepemimpinan yang disebutnya berdasarkan SK Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Ma’ruf Amin.

Selain aktif di dunia politik, H. Siwi Eko Muharam juga memiliki pengalaman di berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Ia pernah aktif di GM Kosgoro, Satsena, Garda Bangsa, mengikuti program Bela Negara, KNPI, hingga kegiatan Penataran Kamtibmas tingkat nasional selama menetap di Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Berawal dari wk. sekretaris karang taruna tk kelurahan Jakarta Selatan.

Pada Pemilu Legislatif 2004, H. Siwi Eko Muharam sempat maju sebagai calon anggota legislatif dari PKB untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Jakarta Selatan. Namanya bahkan telah masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT). Namun, ia memilih mengundurkan diri setelah mendapat arahan dari guru spiritualnya. Kesempatan tersebut kemudian diserahkan kepada sahabatnya, Wahab Jamhuri.
Menurut penuturannya, keputusan tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya. Ia memilih fokus menjalankan amanah gurunya dengan mendirikan “MAJELIS DZIKIR QODIRIYYAH AN-NURJATI AL-WASHILAH”. Hingga kini, majelis tersebut terus dibina dan dikembangkan, seiring aktivitasnya menetap di Kampung Palasarigirang, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

Dalam kesempatan itu, H. Siwi Eko Muharam juga menyampaikan bahwa dirinya meyakini memiliki garis keturunan yang berkaitan dengan Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari kisah keluarga yang diyakininya secara pribadi.
Perjalanan hidup H. Siwi Eko Muharam menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai jalan, baik lewat organisasi, politik, maupun dakwah. Baginya, jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Penulis: Dedi Cobra
Editor: Dedi Cobra















