
BARAYASUKABUMI.COM | Sukabumi – Infografis mengenai struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 menunjukkan bahwa kemampuan daerah dalam menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tergolong rendah. Dari total APBD sekitar Rp4,64 triliun, PAD hanya mencapai Rp842,3 miliar atau 18,5 persen, sementara 81,5 persen sisanya masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat dan pendapatan lainnya. Angka PAD sebesar Rp842,3 miliar juga sesuai dengan rincian APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2025 yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah.
Infografis tersebut menjelaskan bahwa PAD Kabupaten Sukabumi bersumber dari empat komponen utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Sementara itu, porsi terbesar pendapatan daerah masih berasal dari dana transfer pemerintah pusat, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), transfer antar daerah, serta pendapatan sah lainnya.

Melalui ilustrasi “100 ember APBD”, infografis tersebut menggambarkan bahwa dari setiap 100 ember anggaran, hanya sekitar 18,5 ember yang berasal dari kemampuan daerah sendiri. Sedangkan 81,5 ember lainnya berasal dari bantuan pemerintah pusat dan sumber pendapatan lainnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kemandirian fiskal Kabupaten Sukabumi masih perlu ditingkatkan agar pembangunan daerah tidak terlalu bergantung pada kebijakan transfer dari pemerintah pusat. Apabila terjadi pengurangan dana transfer, ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai program pembangunan dan pelayanan publik akan semakin terbatas.
Sebagai upaya meningkatkan PAD, infografis tersebut menyoroti sejumlah langkah strategis yang dapat dilakukan, di antaranya optimalisasi pajak daerah, peningkatan retribusi daerah, pengelolaan aset daerah yang lebih produktif, peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.
Penguatan sektor-sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan fiskal daerah sehingga Kabupaten Sukabumi memiliki sumber pembiayaan pembangunan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Penulis: Tim Barayasukabumi.com
Editor: Dedi Cobra
Sumber Foto: Mardi (Grup Jurnalis Polres Sukabumi, 18 Juli)



