Kasus Wisatawan Tenggelam di Curug Tilu Berakhir Damai, Keluarga Tolak Autopsi

banner 120x600
Sumber foto: Doc.Bhabinkamtibmas Ds.Kabandungan (Deco,24/6)

BARAYASUKABUMI.COM, KABANDUNGAN – Peristiwa meninggalnya wisatawan asal Kampung Cicareuh, Desa Tamansari, Kecamatan Cikidang, yakni almarhum Pasa Dimas Maulana (17), yang tenggelam di kawasan wisata Curug Tilu, Kecamatan Kabandungan, Selasa (23/6/2026), telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak keluarga korban dan pengelola wisata.

Hal tersebut diperkuat dengan surat pernyataan yang ditandatangani ayah kandung korban, Didin. Dalam surat tersebut, keluarga menyatakan menerima kejadian yang menimpa almarhum sebagai musibah serta menolak dilakukan autopsi maupun pemeriksaan lanjutan terhadap jenazah korban. Keluarga juga menyatakan tidak akan membuat laporan kepolisian terkait peristiwa tersebut.

Bang Juned Bhabinkamtibmas Ds.Kabandungan mengantar jenazah bersama Tim ke rumah Duka Kp.Cicareh Ds.Tamansari Cikidang selasa 23/6,2026. (Deco,24/6)

Bhabinkamtibmas Desa Kabandungan yang akrab disapa Bang Juned mengatakan, pihak kepolisian bersama unsur terkait telah mendatangi rumah duka untuk melakukan pendampingan dan memastikan proses penyelesaian berjalan kondusif. “Yang hadir ke rumah duka dari Polsek Kalapanunggal/Kabandungan, Kanit Intel, Kanit Patroli, dan saya selaku Bhabinkamtibmas Desa Kabandungan. Dari informasi yang saya dengar langsung, pihak PLBK juga akan membantu pembiayaan hingga tujuh hari kegiatan keluarga almarhum,” ujarnya kepada BarayaSukabumi.com, Rabu (24/6/2026).

Sementara itu, Ketua Paguyuban Lalana Banten Kidul (PLBK) sekaligus pengelola kawasan wisata Curug Tilu, Amung, menjelaskan bahwa lokasi tersebut pada dasarnya hanya dibuka untuk kunjungan pada akhir pekan. Menurutnya, sebelum kejadian telah disampaikan larangan karena hari tersebut bukan jadwal operasional wisata. Namun karena banyaknya pengunjung yang datang dan mendesak untuk masuk, akses akhirnya dibuka oleh petugas di lapangan saat dirinya sedang berada di luar lokasi.

“Alhamdulillah, persoalan dengan keluarga korban sudah selesai secara baik-baik. Malam kejadian saya langsung menemui pihak keluarga dan alhamdulillah semuanya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Amung dalam pesan suara yang diterima BarayaSukabumi.com.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh wisatawan untuk selalu mematuhi aturan keselamatan dan ketentuan operasional yang berlaku di setiap lokasi wisata guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Reporter: Dedi Cobra
Editor: Tim BarayaSukabumi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *