BARAYASUKABUMI.COM – SUKABUMI – Warga Kampung Cigoong, Raksamala, RT 01/RW 01, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, kembali mengeluhkan kehilangan hewan ternak dan hasil perkebunan. Kejadian tersebut diketahui pada Kamis (27/8/2026) dan membuat warga berharap adanya peningkatan sistem keamanan lingkungan.
Salah seorang warga, Hilman, mengatakan kambing miliknya diduga hilang pada Kamis dini hari, sekitar pukul 04.00–05.00 WIB. Kehilangan tersebut baru diketahui pada pagi hari ketika Egi, selaku pengurus ternak, hendak memberikan pakan.

Menurut Hilman, satu ekor kambing yang hilang tersebut diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp2 juta. Ia berharap kasus tersebut segera menemukan titik terang dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Saya ingin segera ada titik terang terkait pencurian ini dan ke depannya tidak terulang lagi,” ujar Hilman.
Pada hari yang sama, keluhan kehilangan juga disampaikan Rega Permana bersama Ibu Juwa, warga setempat. Mereka mengaku kehilangan hasil kebun berupa cabai rawit dan buncis yang diperkirakan hampir mencapai satu kebun.

Ibu Juwa mengatakan, biasanya hasil panen cabai rawit dapat mencapai sekitar tiga setengah ember. Namun pada panen kali ini, mereka hanya mendapatkan sekitar satu ember karena sebagian hasil kebun diduga telah diambil orang.
“Sepertinya kejadiannya masih baru, kemungkinan terjadi menjelang subuh,” ungkap Ibu Juwa.

Sementara itu, Rega Permana menuturkan bahwa persoalan kehilangan kambing dan hasil kebun di wilayah Kampung Cigoong, Raksamala, menurutnya bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut keluhan serupa telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama ketika harga komoditas sayuran sedang tinggi.

Rega juga menilai sistem keamanan lingkungan melalui ronda malam perlu diperkuat dengan sarana pendukung. Menurutnya, warga selama ini belum pernah mengetahui secara jelas maupun berhasil menangkap pelaku dalam kejadian kehilangan tersebut.
Karena itu, Rega berharap Pemerintah Desa Pulosari bersama pihak keamanan dapat mempertimbangkan pemasangan CCTV di titik strategis, khususnya di perempatan atau akses masuk Kampung Raksamala-Cigoong.
Menurutnya, keberadaan CCTV dapat membantu pengawasan sekaligus mempermudah penelusuran apabila terjadi tindak pencurian.
“Kalau hanya ronda saja, menurut saya belum cukup efektif. Nyatanya masih ada saja kejadian kehilangan. Mudah-mudahan pemerintah desa dan aparat keamanan bisa menyediakan sistem pengawasan melalui CCTV,” kata Rega.
Warga berharap persoalan keamanan ini mendapat perhatian dan penanganan bersama, sehingga masyarakat Kampung Cigoong, Raksamala, dapat merasa lebih aman dalam menjaga hewan ternak serta hasil perkebunan mereka.
Demikian informasi dari Kampung Cigoong RT 01/RW 01, Raksamala, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Dedi Cobra
Editor: Dedi Supriyadi, S.Pd















